<!-- GA -->

Mengenal Keunikan dan Nutrisi Penting Ikan Patin

Kamu suka ikan Dory? Eits, Indonesia juga punya lho ikan yang teksturnya tidak kalah enak dengan Dory. Namanya ikan patin (Pangasius Hypophyhalmus).

Ikan ini punya kumis yang berfungsi sebagai peraba lingkungan. Wah, kerabatnya ikan lele nih. Ikan patin dapat menyesuaikan diri terhadap kandungan oksigen di dalam air tempat mereka hidup, lho. Hewan nokturnal ini juga selalu bersembunyi di lubang-lubang atau dasar air. Tak heran jika warna kolam cenderung gelap akan memudahkan mereka untuk hidup. Biasanya kondisi air tawar yang keruh menjadi habitat hidup ikan ini. 

Mereka juga termasuk sebagai hewan omnivora, bisa makan cacing, udang-udangan, moluska, anak ikan dan biji-bijian. Jika ingin mengembangbiakkannya di kolam, kamu bisa memberi memakan ikan ini dengan pelet.

Daging ikan patin tak hanya enak tapi juga baik bagi kesehatan. Sebab mengandung dua asam lemak esensial DHA dan EPA. Kedua kandungan ini baik bagi perkembangan otak. Patin juga rendah sodium sehingga cocok bagi orang yang sedang diet garam. Kandungan gizi dari ikan patin per 100 gram terdiri dari 69% protein dan 31% lemak. Cocok untukmu yang ingin menambah massa otot, bukan?

Bagaimana menurutmu tentang ikan yang satu ini? Menarik dan unik, ya. Tak hanya dapat dipelihara ikan ini juga enak disantap. Resep ikan patin yang bisa kamu coba ada Pangasius Masak Kemangi, Tom Yum Pangasius, bahkan Pangasius Sushi. Jangan khawatir dengan ikan patin yang bau lumpur, karena CP Prima Seafood menggunakan ikan patin budidaya yang terjaga kualitas makanan, air tempat hidup ikan hingga proses produksinya. Kamu bisa tambahkan Pangasius Fillet Frosh yang siap masak di daftar menu tahun barumu!

 

Sumber:
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 2019 Vol. 22 No. 1


Bagikan Artikel Ini :