<!-- GA -->

Laptop Si Unyil Jalan-Jalan ke Pabrik Pengolahan Ikan Patin di Karawang

Untuk mengetahui ikan patin (Pangasius sp.) berkualitas baik, kru Laptop Si Unyil Trans 7 mencari tahu sampai ke Pabrik CP Prima yang ada di Karawang pada Selasa (13/8). Ikan-ikan segar ini berasal dari tambak yang ada di tengah Waduk Jatiluhur, Purwakarta.

Ini dia tahap-tahap pengolahan ikan Patin:

Pertama, ikan patin disortir. Ikan yang dipilih tidak berbau tanah, dagingnya kenyal dan segar. Untuk ikan yang terpilih, langsung dicuci agar darah benar-benar hilang dari tubuh ikan dan daging terlihat putih segar.

Kedua, filet atau pemisahan daging dengan bagian tulang, kepala, dan ekor. Bagian yang terpisah dari daging tidak dibuang lho! Pabrik akan mengolah kembali menjadi tepung ikan. Jadi tidak ada bagian tubuh ikan patin yang sia-sia.

Ketiga, skinning. Artinya pemisahan daging dengan kulit. Kulit dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi kerupuk ikan yang gurih. Khusus kerupuk ikan, Fiesta Seafood juga punya produk Fish Skin yang super crunchy.

Keempat, merapikan bentuk ikan. Sirip, lemak, serta duri pada ikan dibuang. Di sinilah letak kerumitan pengolahan ikan, pekerja melakukan dengan hati-hati dan super teliti. Produk pun bebas dari duri, jadi konsumen tidak perlu repot saat memasak. Praktis juga kan untuk ibu millennial yang punya aktivitas padat.

Kelima, pembekuan.  Produk disusun dalam mesin pendingin bersuhu minus 30 C. Proses ini membutuhkan waktu 15 menit. Tujuannya agar produk bebas dari perkembangbiakan bakteri sehingga tetap segar walaupun di simpan lama dalam kondisi beku.

Keenam, glazing. Daging ikan yang keluar dari mesin pendingin direndam lagi ke air dingin dengan suhu 1 derajat kemudian dibekukan lagi. Proses ini berguna untuk melapisi produk sehingga pada saat disimpan beku tidak mengalami dehidrasi (produk kering).

Ketujuh, pengerasan. Ikan patin yang sudah direndam dibekukan kembali. Sehingga air dingin tetap menempel pada ikan.

Kedelapan, ikan patin siap dikemas. Sebelum disematkan label, pengemasan setiap produk dicek terlebih dahulu melalui metal detector sebagai tanda ikan bebas dari logam.

Wah, ternyata panjang juga ya prosesnya! Tentu saja hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas ikan kepada konsumen. Bahkan, ikan Patin milik Indonesia sudah bisa diekspor sampai ke luar negeri lho, baca artikelnya di sini*

Nah, Unyil saja sudah membuktikan sendiri bagaimana proses produk ikan Patin berkualitas baik diproduksi. Sekarang waktunya kamu memperbanyak makan ikan Patinnya ya. Produk segar ini bernama Frosh Pangasius Fillet. Yuk beli di toko terdekat!


Bagikan Artikel Ini :